NasionalNewsSosial & Budaya

Nasib Kampung Anak Tiri Menjadi Langganan Banjir Di Surabaya

Nasib Kampung Anak Tiri Menjadi Langganan Banjir Di Surabaya

Sinarpaginews.net Surabaya || Nasib Kampung Dupak Gg IV, RT6 RW6, Kelurahan Jepara ini bisa dikatakan sebagai wilayah Anak Tiri dan menjadi Langganan Banjir. Sedangkan wilayah lain sudah dibangun, kenapa begitu, disaat hujan wilayah kampung lain seperti Dupak V, Dupak Baru air hujan mengalir ke arah Dupak IV karena arus air mengarah ke sungai jalan Babadan.

Jika Air Sungai tidak bisa menampung luapan air, maka yang Banjir hanya Kampung Dupak IV saja.

Atas upaya tokoh masyarakat yang menyampaikan wadulan terhadap H. Budi Leksono selaku Anggota DPRD Surabaya, langsung ditanggapi dan dilakukan kunjungan ke kampung titik banjir, Rabu (26/10/2022).

Budi Leksono yang akrab disapa Cak Buleks’ saat berada dilokasi dan berbincang-bincang dengan Ketua RT Sutoyo, membenarkan jika lokasi tersebut benar kantong luapan air dari arah wilayah lainnya.

“Iya benar, jadi luapan air dari Dupak Baru dan Dupak V mengalirnya ke Dupak IV. Sedangkan wilayah lain tersebut sudah dilakukan perbaikan Saluran, kenapa disini kok belum?” ujar Cak Buleks’ yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya.

“Benar Pak, kan bapak bisa analisa dari datarannya kampung disini lebih rendah dari kampung lainnya” kata Ketua RT Sutoyo.

Sedangkan tokoh masyarakat Gatot menambahkan bahwa, hal ini diajukan beberapa tahun lalu, “Kira-kira 4 – 5 tahun lalu kami sudah mengajukan, tapi nggak tahu ya, kok justru kampung sebelah, bahkan Jalan Dupak Baru yang tidak pernah banjir malah dilakukan pembangunan saluran, sedangkan yang terdampak berat belum ada perhatian. Makanya saya istilahkan sebagai Kampung Anak Tiri!!!” Ujar Gatot yang disampaikan secara serius.

Makanya kami mohon perhatian kepada bapak wali kota melalui bapak dewan, agar jangan ada Kampung Anak Tiri di Surabaya ini yang dikenal sebagai kota metropolitan, tambah gatot.

Dan Budi Leksono berjanji akan segera diajukan. Sebagai wakil rakyat dalam membangun kota harus merata, sehingga tidak boleh ada istilah Kampung Anak Tiri, ujar Cak Buleks’ sambil Pamitan kepada beberapa warga yang menyaksikan kehadiran wakil rakyat.***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button